Stadion mini menjadi salah satu kebanggan, sekaligus landmark Desa Plumbon. Terletak persis di samping Balai Desa Plumbon. Dibangun pertengahan tahun 2013, semasa pemerintahan Kepala Desa Suwaji, yang gemar bermain bola. Stadion mini ini sempat dipakai untuk event Plumbon Cup pada November 2015. Stadion mini kemudian tak hanya untuk bermain bola, tentu saja, dapat dipakai untuk sholat Idul Fitri.

Pagi itu, 6 Juli 2016, udara masih berkabut. Rumput-rumput masih berembun. Matahari masih bersembunyi di balik bukit Rotombulu yang ada di sisi timur Desa Plumbon. Tapi, sejak pukul 06.00, warga yang beragama Islam sudah mulai bergegas menuju stadion mini Pumbon. Mereka tampak gembira, merayakan pesta kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, sholat Idul Fitri 1437H/ 2016.

Hampir 90 persen penduduk Plumbon beragama Islam. Sisanya adalah pemeluk Hindu, Budha, dan Kristen. Meskipun harus segera diakui, bahwa pada masa awal masuknya Islam di desa itu, hampir sebagian besar mereka yang mengaku Islam lebih condong sebagai abangan (masih mempraktekkan ritual adat setempat dan tidak sepenuhnya menjalankan 5 rukun Islam). Kini, situasinya sudah banyak berubah.

plumbon 8
Suasana pagi stadion Mini Plumbon. (Photographer: Hartono Rakiman)
plumbon 7
Sholat Ied dimulai tepat pukul 07.00, disusul dengan khotbah sederhana tentang menjaga iman dan taqwa sebagai muslim. (Photographer: Hartono Rakiman)
plumbon 3
Warga mendegarkan khotbah Idul Fitri dengan khusyuk, di bawah hangatnya mentari pagi. (Photographer: Hartono Rakiman)
plumbon 2
Suasana setelah usai sholat Idul Fitri di stadion mini Plumbon. (Photographer: Hartono Rakiman)
Advertisements