Hampir setiap hari, di seputaran Desa  Plumbon terdengar suara  deru sepeda motor yang sedang berkeliling menjajakan jamu. Tidak seperti biasanya, penjual jamu ini bukan perempuan berkebaya, melainkan sosok laki-laki ceking, bernama Suwarno . Lelaki ini sudah beristri dan punya 2 orang anak, tinggal di Desa Karang Taji, sekitar 3 KM dari Desa Plumbon.

Di jok belakang sepeda motornya, berderet botol-botol berisi jamu sehat. Menurut pengakuannya, dalam sehari dia mampu menjual 70 botol dalam 2 kali putaran pagi dan sore. “Saya sudah menjalani profesi ini 12 tahun,” kata Suwarno dengan bangga.

Jamu itu terbagi dalam 2 kelompok: jamu pahit dan jamu manis. Jamu pahit antara lain: brotowali, daun papaya, dan temulawak.  Sedangkan yang tergolong jamu dengan rasa manis antara lain: beras kencur, kunyit asem, gula asem, dan sinom.

Jamu sinom, atau anom-anom paling disukai para ibu, karena berkhasiat memperlancar produksi ASI. Maka tak heran, kini penjual jamu laki-laki, justru diburu para ibu-ibu di desa!

jamu-1
Dalam sehari Suwarno sanggup menjual 70 botol dalam 2 kali putaran keliling, pagi dan sore hari. (Photographer: Hartono Rakiman)
jamu-5
Minum jamu sinom, atau anom-anom. Cocok untuk ibu menyusui. (Photographer: Hartono Rakiman)
jamu-3
Jamu sehat lelaki. Siap bertempur di malam hari! (Photographer: Hartono Rakiman)
Advertisements