Tulisan kali ini merupakan rangkuman berbagai tempat wisata yang ada di sekitar Desa Plumbon, dengan jarak tempuh kurang dari 1 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Desa Plumbon memang dikelilingi dengan tempat-tempat wisata menarik yang layak untuk dikunjungi.

Beberapa untuk disebut di sini adalah kedai minum teh “Ndoro Donker” yang terletak di daerah Kemuning. Lokasinya berada pada jalur jalan darat antara Karangpandan dan Candi Cetho. Untuk menuju kebun teh “Ndoro Donker”, dari arah Desa PlumbonĀ  bisa ditempuh lewat jalan pintas dari arah Srandon. Tempat wisata ini menyediakan berbagai minuman teh dan makanan ringan, di tengah-tengah suasana sejuk perkebunan teh.

Tempat wisata lain, lebih tepatnya wisata spiritual, adalah Situs “Watu Kandang”. Situs ini oleh pemerintah kemudian diubah namanya menjadi Situs Matesih. Penamaan Situs Matesih menurut saya menghilangkan kesan spiritual dari peninggalan jaman megaliticum itu sendiri.

Menurut saya, situs ini merupakan peninggalan agama kuno orang Jawa yang disebut Agama Kapitayan. Ini merupakan agama monoteisme peninggalan jaman Nabi Nuh, yang mengakui keberadaan Yang Maha Tunggal (Tuhan), yang mereka sebut Sang Hyang Taya. Taya artinya kosong, tak berbentuk, tapi ada. Orang Jawa menyebutnya “tan kena kinaya ngapa.” Untuk merasakan keberadaan Sang Hyang Taya, bisa dirasakan pada berbagai macam benda di sekitar kita yang menggunakan kata TU atau TO, contohnya, WA-TU (batu). Contoh lainnya TU-GU (tugu), TU-K (mata air).

Maka harus dipahami, bahwa agama Jawa kuno bukan menyembah batu, tapi memberi sesaji kepada batu. yang mereka sembah tetap TU-HAN yang maha TU-NGGAL.

Selamat berwisata.

dsc_1374
Wisata kebun teh “Ndoro Donker” di daerah Kemuning, lereng gunung Lawu.
dsc_1360
Menikmati sore sambil minum teh dan makanan ringan di “nDoro Donker” . Hmmm…sedap!
dsc_1422
Situs Matesih, atau situs “Watu Kandang” yang terletak di sisi kanan jalan antara Tawangmangu dan Matesih.
dsc_1434
WA-TU (batu) berukuran besar sisa peninggalan jaman megaliticum, merupakan sisa keyakinan Agama Kapitayan.

 

Advertisements